Umroh? Yaa DEWANGGA...

TRAVEL UMROH & HAJI PLUS

Wujudkan perjalanan umroh nyaman & penuh makna bersama Dewangga Lil Hajj Wal Umroh. Kami hadir untuk mendampingi Anda melangkah ke Baitullah dengan bimbingan terbaik, fasilitas premium, dan hati yang tulus.

Lihat Paket Umroh

8 Juli 2026 | Tips & Panduan

Salah satu pertanyaan yang paling sering kami dengar dari calon jamaah adalah:

“Sebenarnya saya harus membawa uang saku berapa saat umroh?”

Pertanyaan ini terdengar sederhana, tetapi jawabannya tidak bisa disamaratakan.

Ada jamaah yang hanya menghabiskan sekitar Rp2 jutaan selama 9 hari. Ada pula yang membawa lebih dari Rp15 juta karena ingin banyak berbelanja oleh-oleh untuk keluarga.

Selama mendampingi keberangkatan jamaah, kami melihat bahwa sebagian besar bukan kekurangan uang saku, melainkan salah memperkirakan kebutuhan. Akibatnya ada yang terlalu sedikit membawa uang sehingga harus berhemat di hari-hari terakhir, sementara yang lain membawa uang berlebihan yang justru meningkatkan risiko kehilangan.

Artikel ini akan membantu Anda menentukan uang saku umroh yang ideal berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Mengapa Setiap Jamaah Membutuhkan Uang Saku yang Berbeda?

Paket umroh umumnya sudah mencakup kebutuhan utama seperti:

  • Tiket pesawat PP
  • Hotel
  • Transportasi
  • Visa
  • Makan sesuai itinerary
  • Air zamzam sesuai ketentuan maskapai
  • Pendamping ibadah

Artinya, uang saku bukan digunakan untuk biaya pokok perjalanan.

Uang saku biasanya dipakai untuk:

  • membeli oleh-oleh umroh
  • makan di luar jadwal
  • membeli kopi atau camilan
  • laundry
  • sedekah
  • transportasi pribadi
  • kebutuhan darurat

Inilah sebabnya nominal yang dibutuhkan setiap jamaah berbeda.

Berdasarkan Pengalaman Lapangan, Berapa Uang Saku Umroh yang Ideal?

Uang Saku Umrah

Setelah melihat pola pengeluaran ribuan jamaah, berikut gambaran yang paling sering terjadi.

Uang Saku Umrah yang Ideal

Nominal tersebut tentu dapat berubah mengikuti:

  • lama perjalanan
  • kurs Riyal Saudi
  • kebiasaan belanja
  • jumlah keluarga yang dititipi oleh-oleh

Bagi jamaah umroh pertama, kisaran Rp4–6 juta biasanya sudah lebih dari cukup untuk perjalanan 9–12 hari.

Rincian Pengeluaran Jamaah Selama di Tanah Suci

1. Oleh-oleh Umrah

Ini adalah pos pengeluaran terbesar.

Biasanya jamaah membeli:

  • kurma
  • cokelat
  • kacang Arab
  • parfum non alkohol
  • tasbih
  • sajadah
  • mukena
  • peci
  • gamis
  • air zamzam tambahan (jika memungkinkan)

Dari pengalaman kami, belanja oleh-oleh bisa menghabiskan:

Rp1,5 juta hingga Rp7 juta, tergantung jumlah keluarga.

2. Makan Tambahan

Sebagian jamaah ingin mencoba makanan khas Arab di luar menu hotel.

Misalnya:

  • Al Baik
  • Shawarma
  • Kebab
  • Jus buah segar
  • Kopi Arab

Biaya makan tambahan biasanya berkisar:

Rp50.000–Rp200.000 per hari.

3. Laundry

Untuk perjalanan lebih dari 10 hari, laundry sering menjadi pilihan.

Estimasi:

Rp80.000–Rp250.000 sekali cuci.

4. Sedekah

Banyak jamaah sengaja menyiapkan anggaran khusus untuk sedekah.

Besarnya tentu menyesuaikan kemampuan masing-masing.

5. Keperluan Darurat

Misalnya:

  • membeli obat
  • sandal baru
  • charger
  • payung
  • perlengkapan ibadah tambahan

Sebaiknya selalu sisihkan dana darurat sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta.

Sebaiknya Membawa Rupiah atau Riyal Saudi?

Inilah pertanyaan yang juga sangat sering muncul.

Sebaiknya jangan hanya membawa Rupiah.

Lebih praktis jika sejak di Indonesia Anda sudah menukarkan sebagian uang menjadi Riyal Saudi (SAR), karena hampir semua transaksi sehari-hari menggunakan mata uang tersebut.

Selain tunai, kartu debit internasional atau kartu kredit juga bisa menjadi cadangan apabila sewaktu-waktu diperlukan.

Tips Membawa Uang Saat Umroh agar Lebih Aman

Berdasarkan pengalaman mendampingi jamaah, berikut beberapa kebiasaan yang sangat membantu.

Pisahkan uang di beberapa tempat

Jangan menyimpan seluruh uang dalam satu dompet.

Simpan sebagian pada:

  • money belt
  • koper hotel
  • tas kecil

Jika satu tempat hilang, Anda masih memiliki cadangan.

Jangan membawa seluruh uang saat ke Masjidil Haram atau Masjid Nabawi

Bawa secukupnya sesuai kebutuhan hari itu.

Sisanya simpan dalam brankas hotel apabila tersedia.

Siapkan pecahan kecil

Pecahan kecil memudahkan ketika:

  • membeli makanan
  • naik transportasi lokal
  • bersedekah
  • membeli minuman

Catat pengeluaran setiap hari

Cara sederhana ini membantu mengontrol pengeluaran agar tidak habis sebelum perjalanan selesai.

Kesalahan Jamaah yang Sering Terjadi

Berikut beberapa kesalahan yang cukup sering kami temui.

Terlalu banyak belanja di hari pertama

Banyak jamaah langsung membeli oleh-oleh begitu tiba.

Padahal selama perjalanan masih banyak kesempatan menemukan harga yang lebih baik.

Tidak memperhatikan kurs

Menukar uang di lokasi yang kurang tepat bisa membuat selisih biaya cukup besar.

Sebaiknya tukarkan uang di Indonesia sebelum keberangkatan atau di tempat penukaran resmi dengan kurs yang kompetitif.

Membawa uang tunai terlalu banyak

Selain kurang praktis, risiko kehilangan juga lebih tinggi.

Tidak memiliki dana darurat

Padahal kebutuhan tak terduga bisa saja muncul kapan saja.

Jika Masih Bingung Menentukan Budget Umroh

Menentukan uang saku umroh akan lebih mudah jika Anda sudah mengetahui apa saja fasilitas yang termasuk dalam paket umroh yang Anda pilih.

Setiap travel umroh memiliki layanan yang berbeda, mulai dari jumlah makan, lokasi hotel, transportasi, hingga agenda city tour. Semakin lengkap fasilitas yang Anda dapatkan, biasanya kebutuhan uang saku pun menjadi lebih ringan.

Karena itu, sebelum berangkat, pastikan Anda memahami detail paket umroh Solo yang akan dipilih agar dapat menyusun anggaran perjalanan dengan lebih akurat.

FAQ Seputar Uang Saku Umroh

Apakah uang saku Rp3 juta cukup untuk umroh?
Cukup apabila Anda tidak banyak berbelanja oleh-oleh dan kebutuhan utama sudah ditanggung paket perjalanan.

Berapa uang saku ideal untuk umroh 9 hari?
Sebagian besar jamaah merasa nyaman membawa sekitar Rp4–6 juta.

Lebih baik membawa Riyal atau Rupiah?
Riyal Saudi lebih praktis untuk transaksi sehari-hari. Sebaiknya sebagian uang sudah ditukar sebelum keberangkatan.

Apakah bisa menggunakan kartu debit di Arab Saudi?
Bisa, selama kartu mendukung transaksi internasional. Namun tetap siapkan uang tunai sebagai cadangan.

Apakah harga oleh-oleh di Makkah lebih murah daripada Madinah?
Tidak selalu. Beberapa barang justru lebih murah di Madinah, sementara produk tertentu lebih mudah ditemukan di Makkah. Membandingkan harga sebelum membeli dalam jumlah besar adalah langkah yang bijak.

Siapkan Uang Saku Secukupnya, Fokus Beribadah Sepenuhnya

Tidak ada angka pasti mengenai uang saku umroh karena kebutuhan setiap jamaah berbeda. Namun berdasarkan pengalaman mendampingi banyak keberangkatan, kisaran Rp4 juta hingga Rp6 juta sudah cukup nyaman bagi jamaah yang ingin beribadah dengan tenang tanpa khawatir kekurangan dana.

Yang terpenting bukan membawa uang sebanyak-banyaknya, tetapi membuat perencanaan yang sesuai dengan kebutuhan. Dengan anggaran yang tepat, Anda dapat lebih fokus menjalankan ibadah, menikmati setiap momen di Tanah Suci, dan tetap membawa pulang oleh-oleh untuk keluarga tanpa merasa pengeluaran berlebihan.

Siap Merencanakan Umroh dengan Lebih Tenang?

Masih memiliki pertanyaan seputar biaya perjalanan umroh, fasilitas paket, atau persiapan sebelum berangkat? Tim Dewangga siap membantu Anda memilih paket umroh yang sesuai kebutuhan dan anggaran.

Hubungi CS Dewangga umroh untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai jadwal keberangkatan umroh terbaru, fasilitas hotel, maskapai, serta estimasi biaya yang transparan tanpa biaya tersembunyi.

Sertifikasi Travel Umroh
Konsultasi
Umroh & Haji