Umroh? Yaa DEWANGGA...

TRAVEL UMROH & HAJI PLUS

Wujudkan perjalanan umroh nyaman & penuh makna bersama Dewangga Lil Hajj Wal Umroh. Kami hadir untuk mendampingi Anda melangkah ke Baitullah dengan bimbingan terbaik, fasilitas premium, dan hati yang tulus.

Lihat Paket Umroh

16 Agustus 2025 | Tips & Panduan | 176 kali.

Terpanggil ke Baitullah adalah sebuah anugerah, sebuah undangan istimewa dari Sang Pencipta untuk mengunjungi rumah-Nya. Perasaan haru, rindu, dan sedikit cemas mungkin berkecamuk di dalam hati. Itu sangatlah wajar. Salah satu cara untuk menenangkan hati dan mempersiapkan diri adalah dengan membekali diri dengan ilmu. Memahami tata cara umroh yang benar adalah kunci untuk meraih ibadah yang khusyuk, sah, dan insya Allah mabrur.

Artikel ini kami hadirkan sebagai sahabat perjalanan Anda, sebuah panduan lengkap yang akan menemani Anda memahami setiap langkah, rukun, dan amalan dalam ibadah umroh. Mari kita luruskan niat, buka hati, dan selami bersama panduan suci ini.

Persiapan Spiritual dan Fisik Sebelum Memulai Tata Cara Umroh

Sebelum kaki melangkah ke Tanah Suci, persiapan terbesar justru dimulai dari hati. Persiapan sebelum umroh bukan hanya tentang berkemas koper, melainkan tentang mengemas bekal takwa. Luruskan niat semata-mata karena Allah SWT, bukan untuk tujuan duniawi. Manfaatkan waktu sebelum keberangkatan untuk bertaubat, memohon maaf kepada keluarga dan kerabat, serta menyelesaikan segala urusan yang mungkin menjadi beban pikiran.

Secara fisik, jagalah kesehatan Anda. Ibadah umroh membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Latih diri dengan berjalan kaki secara rutin dan konsumsi makanan bergizi. Selain itu, mengikuti manasik umroh yang diselenggarakan oleh travel umroh Anda adalah langkah krusial. Di sanalah Anda akan mendapatkan gambaran praktis dan bimbingan langsung mengenai seluruh rangkaian ibadah.

Memahami Rukun dan Wajib Umroh: Fondasi Utama Ibadah Anda

Dalam fikih, ibadah umroh memiliki pilar-pilar yang harus ditegakkan. Sangat penting untuk memahami perbedaan antara Rukun dan Wajib Umroh.

Rukun Umroh adalah tiang utama ibadah. Jika salah satunya tertinggal, maka umroh Anda tidak sah. Rukun umroh ada lima dan harus dilakukan secara berurutan (tertib):

  1. Ihram (Niat): Memulai niat ibadah umroh dari tempat yang telah ditentukan (Miqat).
  2. Tawaf: Mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran.
  3. Sa’i: Berjalan atau berlari-lari kecil antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali.
  4. Tahallul: Mencukur atau memotong sebagian rambut sebagai tanda berakhirnya rangkaian ibadah.
  5. Tertib: Melaksanakan semua rukun di atas sesuai urutannya.

Wajib Umroh adalah amalan yang harus dilaksanakan. Jika tidak sengaja tertinggal, umroh tetap sah namun wajib membayar dam (denda). Wajib umroh hanya ada satu:

Berniat ihram dari Miqat: Niat harus dimulai dari batas wilayah yang telah ditentukan.

Urutan Ibadah Umroh: Panduan Langkah Demi Langkah

Setelah memahami fondasinya, mari kita telusuri setiap langkah dalam urutan ibadah umroh secara mendetail.

1. Ihram dari Miqat: Memulai Niat Umroh dengan Hati yang Suci

Inilah titik awal perjalanan spiritual Anda. Sebelum tiba di Miqat, disunnahkan untuk mempersiapkan diri dengan:

  • Mandi besar (junub).
  • Berwudhu.
  • Memakai wewangian (hanya untuk laki-laki, pada badan bukan pada kain ihram).
  • Mengenakan pakaian ihram: dua lembar kain putih tanpa jahitan untuk laki-laki, dan pakaian yang menutup aurat (kecuali wajah dan telapak tangan) bagi wanita.
  • Melaksanakan shalat sunnah ihram dua rakaat.

Setibanya di Miqat, tibalah saatnya untuk melafadzkan niat umroh:

نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهَا لِلهِ تَعَالَى لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ بعُمْرَة

nawaitul ‘umrata wa ahramtu bihi lillahi ta’ala labbaika Allahumma ‘umratan

Artinya: “Aku niat melaksanakan umrah dan berihram karena Allah Swt. Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah untuk berumrah”.

Sejak niat ini terucap, Anda telah resmi dalam keadaan ihram. Mulailah basahi lisan dengan kalimat Talbiyah dalam perjalanan menuju Makkah:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ

Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni’mata laka wal-mulk, la syarika lak.

Artinya: “Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya pujian dan nikmat adalah milik-Mu, begitu pula kerajaan [juga milik-Mu].”

2. Larangan Saat Ihram yang Wajib Diketahui Jamaah

Selama berihram, ada beberapa larangan saat ihram yang harus dihindari untuk menjaga kesucian ibadah:

  • Untuk Pria dan Wanita: Memakai wewangian, memotong kuku, mencabut rambut/bulu badan, berburu, menikah/menikahkan, dan berkata kotor atau bertengkar.
  • Khusus Pria: Mengenakan pakaian berjahit yang membentuk lekuk tubuh (seperti kemeja atau celana), dan menutup kepala dengan topi atau peci.
  • Khusus Wanita: Menutup wajah dengan cadar/niqab dan menutup kedua telapak tangan dengan sarung tangan.

3. Tata Cara Tawaf yang Benar: Tujuh Putaran Mengelilingi Ka’bah

Setibanya di Masjidil Haram, hentikan bacaan Talbiyah. Saat pertama kali melihat Ka’bah, berdoalah dengan penuh kekhusyukan karena ini adalah salah satu waktu mustajab. Berikut adalah tata cara tawaf yang benar:

Mulai dari Hajar Aswad: Awali putaran dari garis lurus sejajar Hajar Aswad. Jika memungkinkan, ciumlah Hajar Aswad. Jika tidak, cukup berisyarat dengan tangan kanan (istilam) dan kecup tangan tersebut, seraya mengucapkan “Bismillahi Wallahu Akbar”.

Tujuh Putaran: Berjalan mengelilingi Ka’bah berlawanan arah jarum jam. Ka’bah berada di sisi kiri Anda.

Amalan Sunnah Pria: Bagi pria, disunnahkan untuk melakukan Idtiba (membuka bahu kanan, dengan menyelendangkan kain ihram atas di bawah ketiak kanan) dan Raml (berlari-lari kecil) pada tiga putaran pertama. Putaran keempat hingga ketujuh berjalan seperti biasa.

Bacaan Doa: Tidak ada doa khusus yang wajib kita baca saat tawaf. Anda bebas berdzikir, bertasbih, atau membaca doa apa pun yang Anda hafal. Namun, saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad, sangat dianjurkan membaca bacaan doa saat tawaf yang paling populer (doa sapu jagat):

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana aatina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah, wa qinaa adzabannaari.

Artinya: Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.

Setelah Tawaf: Selesai tujuh putaran, tutup kembali bahu kanan Anda. Pergilah ke belakang Maqam Ibrahim dan laksanakan shalat sunnah tawaf dua rakaat. Setelah itu, disunnahkan untuk meminum air Zamzam sambil berdoa.

(Sumber)

4. Tata Cara Sa’i Umroh: Mengikuti Jejak Siti Hajar

Setelah minum air Zamzam, perjalanan berlanjut ke tempat Sa’i. Tata cara sa’i umroh adalah sebagai berikut:

Mulai dari Bukit Shafa: Naiklah ke Bukit Shafa, menghadap Ka’bah, lalu bacalah niat. Adapun bacaan niat melaksanakan sa’i oleh jemaah haji/umrah adalah:

نَبْدَأُ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ

Artinya : Kami memulai dengan apa yang Allah mulai.

Perjalanan Tujuh Kali: Berjalanlah dari Shafa menuju Marwah (dihitung sebagai perjalanan pertama). Kemudian berjalan kembali dari Marwah ke Shafa (perjalanan kedua), dan begitu seterusnya hingga berakhir di Bukit Marwah pada perjalanan ketujuh.

Berlari Kecil (Pria): Di antara dua pilar berlampu hijau, jamaah pria disunnahkan untuk berlari-lari kecil, sementara wanita cukup berjalan cepat.

Doa Ketika Sa’i: Sama seperti tawaf, tidak ada doa wajib. Perbanyaklah dzikir dan doa pribadi. Saat berada di atas Bukit Shafa dan Marwah, angkat tangan menghadap Ka’bah dan panjatkan doa-doa terbaik Anda.

(sumber)

5. Puncak Rangkaian: Tata Cara Tahallul untuk Pria dan Wanita

Setelah menyelesaikan perjalanan ketujuh dan berada di Marwah, inilah rukun terakhir. Tata cara tahallul untuk wanita dan pria adalah dengan memotong rambut:

  • Untuk Pria: Yang paling utama (afdhal) adalah mencukur habis seluruh rambut kepala (gundul). Namun, memotong sebagian rambut secara merata sudah dianggap sah.
  • Untuk Wanita: Cukup memotong beberapa helai rambut sepanjang satu ruas jari.

Dengan selesainya tahallul, maka berakhirlah seluruh rangkaian ibadah umroh. Semua larangan ihram kini telah gugur, dan Anda sudah bebas dari keadaan ihram.

(sumber)

Maksimalkan Ibadah dengan Doa dan Amalan Sunnah Saat Umroh

Ibadah Anda tidak berhenti setelah tahallul. Selama berada di Makkah dan Madinah, manfaatkan setiap detiknya untuk mendekatkan diri kepada Allah. Perbanyak amalan sunnah saat umroh seperti:

  • Melaksanakan shalat fardhu berjamaah di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.
  • Memperbanyak tawaf sunnah.
  • Membaca dan mentadabburi Al-Qur’an.
  • Berdoa di tempat-tempat mustajab seperti di Hijr Ismail, Multazam (area antara Hajar Aswad dan pintu Ka’bah), dan saat minum air Zamzam.
  • Bersedekah dan selalu menjaga lisan serta perbuatan.

Penutup: Langkah Menuju Kemabruran

Tata cara umroh sejatinya adalah sebuah perjalanan fisik yang sarat akan makna spiritual. Setiap langkahnya, mulai dari niat hingga tahallul, adalah simbol ketaatan dan penyerahan diri seorang hamba. Semoga panduan ini dapat memberikan Anda gambaran yang jelas dan menumbuhkan keyakinan dalam menunaikan panggilan-Nya.

Yang terpenting dari semuanya adalah keikhlasan niat dan kesungguhan dalam beribadah. Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah Anda, menerima segala amal ibadah, dan menganugerahkan umroh yang mabrur.

Jika Anda memiliki pertanyaan lebih lanjut atau membutuhkan bimbingan untuk merencanakan perjalanan umroh atau haji, jangan ragu untuk menghubungi Dewangga Umroh. Umroh…Ya Dewangga!

Sertifikasi Travel Umroh
Konsultasi
Umroh & Haji